Sunday, 8 February 2015

Ada 93 Korban Jiwa, di Longsor Banjarnegara, Evakuasi Terus Berlanjut


Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan, masa pencarian korban longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar akan diperpanjang hingga Minggu 21 Desember 2014. Warga Dusun Jemblung pun telah mengiklaskan anggota keluarga yang menjadi korban, meski hingga hari ke-7 pascabencana longsor Banjarnegara mereka belum diketemukan.

"Warga sangat puas dengan kerja tim. Namun kami akan perpanjang waktu operasi hingga Minggu," kata Hadi di Posko Induk Bencana Jemblung, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (19/121/2014).

Ia mengatakan pula, pemerintah akan memindahkan para pengungsi Dusun Jemblung ke tempat hunian sementara dengan model sewa rumah dengan biaya sewa ditanggung negara.

"Menyewa rumah penduduk lebih manusiawi daripada menempatkan mereka di bedeng atau tenda. Rencananya Senin (22/12/2014) warga sudah menempati rumah sewa tersebut," katanya.

Sebanyak 37 rumah sewa sudah disiapkan yaitu 26 rumah di Desa Ambal dan 11 di Desa Karanggondang, Kecamatan Karangkobar.

Terkait jumlah korban warga Dusun Jemblung, pemerintah masih melakukan identifikasi langsung dengan masyarakat termasuk kesaksian warga dan keluarga yang hingga saat ini belum ditemukan.

Selain warga Dusun Jemblung, pemerintah juga mempersilakan warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing karena sudah dinyatakan aman sesuai rekomendasi Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Koordinator lapangan tanggap darurat Karangkobar, Letkol Inf Edy R yang juga Komandam Kodim 0704 Banjarnegara, mengatakan evakuasi yang dilakukan tim sudah sangat maksimal. Namun kerja tim terkendala cuaca hujan sehingga evakuasi dihentikan untuk keselamatan tim SAR itu sendiri.

Pada hari ini proses evakuasi hanya sampai pukul 11.00 WIB dan tak dilanjutkan karena hujan deras. Total jenazah korban longsor Banjarnegara pada Jumat 12 Desember silam yang berhasil ditemukan tercatat sebanyak 93.


EmoticonEmoticon