Tuesday, 4 March 2014

Tradisi Ujungan

Salah satu peninggalan bersejarah berupa seni yang terdapat di Desa Gumelem yaitu Seni � Ujungan�.  Kesenian ini sudah dilakukan secara turun-menurun dari nenek moyang sampai sekarang.Kesenian ini dilakukan oleh orang-orang jaman dulu di Desa Gumelem yang saat itu berupa kademangan dengan tujuan untuk memohon agar turun hujan.  Kebiasaan itu menurun sampai sekarang. Apabila musim kemarau datang dan masyarakat mulai kesulitan air, maka orang-orang di Desa Gumelem menyelenggarakan kesenian tersebut.

Konon, untuk mempercepat datangnya hujan, pemain Ujungan harus memperbanyak pukulan kepada lawannya hingga mengeluarkan darah. Dengan semakin banyaknya darah yang keluar akibat pukulan, maka semakin cepat pula hujan akan turun. Tradisi yang diselenggarakan pada mangsa kapat (keempat) dan kamo (kelima) di musim kemarau ini, pesertanya adalah orang laki-laki dewasa yang memiliki kemampuan menahan rasa sakit akibat pukulan rotan maupun menahan sakit saat terjadi benturan dengan lawan.

Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi Ujungan kini hanya berkembang sebagai seni pertunjukan hiburan biasa. Walaupun demikian, ketentuan-ketentuan peraturan permainan Ujungan masih tetap mengacu pada Ujungan zaman awal munculnya tradisi ini, baik rotan yang dipakai sebagai alat pukul maupun Wlandang pertunjukan. Rotan yang dipakai harus memiliki tingkat kelenturan yang cukup baik, dengan panjang sekitar 40.125 cm dan diameter sekitar 1,5 cm. Ketentuan rotan yang dipersyaratkan seperti ini bertujuan untuk mengurangi rasa pedih bila disabetkan ke tubuh. Sedangkan seorang Wlandang harus memiliki keterampilan ilmu beladiri yang tinggi. Hal ini dimaksudkan agar apabila suatu saat salah satu pemain Ujungan tidak puas dengan hasil keputusan wasit dan mencoba untuk melawan wasit, maka wasit harus berani menerima tantangan itu.   

Ritual Tradisi Ujungan terdapat di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.


Ujungan merupakan ritual tradisi yang menggabungkan tiga jenis seni, yaitu  seni musik (Sampyong), seni tari-silat (Uncul), dan seni bela diri tongkat (Ujungan). Keistimewaan lain yang terdapat pada Tradisi Ujungan ialah terdapatnya sikap menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, rasa nasionalisme, dan semangat patriotisme sebagai generasi penerus bangsa.


EmoticonEmoticon